• Home  
  • Stres Kortisol Ganggu Fungsi Navigasi Otak
- Lifestyle

Stres Kortisol Ganggu Fungsi Navigasi Otak

Ilustrasi aktivitas otak saat sistem navigasi terganggu oleh hormon stres.
Ilustrasi aktivitas otak saat sistem navigasi terganggu oleh hormon stres.Dok. YuriArcursPeopleimages/Envato.

ibnchannel.id – Sebuah studi terbaru menemukan bahwa kortisol mengganggu sistem navigasi internal otak, sehingga merusak pola saraf yang berperan dalam orientasi spasial.

Gangguan tersebut membuat seseorang menjadi kurang mampu melacak posisi dirinya di ruang, bahkan dalam lingkungan yang sederhana, sehingga menunjukkan bagaimana stres dapat mengganggu kemampuan navigasi sehari-hari.

Menguji kemampuan navigasi

Mengutip earth.com, Sabtu 21 Maret 2026, di dalam sebuah padang virtual, para partisipan bergerak menuju target dan kemudian diminta untuk kembali langsung ke titik awal yang tersembunyi hanya dengan mengandalkan arah yang mereka rasakan.

Dengan melacak performa dan aktivitas otak, Dr. Osman Akan dari Ruhr University Bochum (RUB) menunjukkan bahwa kortisol melemahkan akurasi navigasi sekaligus mengganggu sinyal spasial di otak.

Kesalahan meningkat dalam semua kondisi, termasuk pada rute yang memiliki penanda (landmark), yang menunjukkan bahwa gangguan tersebut tidak bergantung pada kompleksitas lingkungan.

Konsistensi ini mengarah pada kegagalan mendasar dalam sistem pemetaan internal otak, sehingga membuka peluang untuk memahami lebih jauh bagaimana navigasi terganggu ketika tidak ada petunjuk eksternal.

Navigasi tanpa petunjuk

Ketika pohon-pohon menghilang dan tidak ada peta, partisipan mengandalkan integrasi jalur (path integration), yaitu melacak arah belokan dan jarak berdasarkan pergerakan mereka sendiri.

Proses ini bergantung pada pembaruan yang terus-menerus, karena otak menghitung posisi dari sinyal gerakan, bukan dari penanda eksternal.

Kesalahan akan cepat menumpuk dalam perjalanan yang lebih panjang, yang menjelaskan mengapa lingkungan yang kosong lebih mudah mengungkap kelemahan dibandingkan lingkungan yang ramai.

Ketika estimasi internal mulai melenceng, setiap langkah berikutnya dimulai dari posisi yang salah, dan kesalahan kecil pun berkembang menjadi besar.

Titik tetap membantu navigasi

Sebuah mercusuar mengubah tugas karena memberikan satu titik acuan yang stabil di tengah lanskap yang kosong.

Dengan adanya petunjuk ini, partisipan dapat mengoreksi penyimpangan dengan membandingkan rute mereka terhadap titik referensi yang tetap.

Kortisol tetap menurunkan akurasi, tetapi tidak membuat partisipan lebih bergantung pada penanda tersebut saat kembali.

Hal ini menunjukkan bahwa hormon tersebut tidak sekadar mengubah strategi, melainkan mengarah pada gangguan saraf yang lebih dalam.

Sinyal otak menjadi kabur

Pemindaian otak menunjukkan keterlibatan korteks entorhinal, yaitu wilayah yang berkaitan dengan memori di dekat hipokampus, tempat sinyal navigasi biasanya tersusun rapi.

Di sana, sel grid—neuron yang menandai posisi dalam pola spasial berulang—menjadi jauh kurang jelas setelah terpapar kortisol.

Penurunan ini paling kuat terjadi pada hari pertama pengujian dan dalam percobaan tanpa penanda, ketika navigasi internal menjadi sangat penting.

Ketika pola tersebut menjadi kabur, otak kehilangan koordinat yang kuat untuk mengubah gerakan menjadi persepsi lokasi yang akurat.***

About Us

Selamat datang di IBN Channel, pusat informasi, hiburan, dan berita yang selalu up-to-date! Kami menyajikan artikel dan video menarik tentang peristiwa terkini, review produk yang bermanfaat, hingga eksplorasi tempat-tempat unik yang wajib Anda kunjungi. Nikmati konten berkualitas yang dikemas dengan informatif dan inspiratif, hanya di IBN Channel.

IBN Chanel @2025. All Rights Reserved.