ibnchannel.id – Majalah Peluang resmi meluncurkan edisi kelima Buku 100 Koperasi Besar Indonesia (KBI) 2025 dalam sebuah acara yang digelar di Hotel Trans Resort Seminyak, Bali. Peluncuran ini dihadiri sekitar 200 peserta, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi yang sudah konfirmasi hadir, di penghujung acara membatalkannya, Presiden ASEAN Cooperative Organization Datuk Seri Dr Abdul Fattah Abdullah, serta Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.
Buku KBI 2025 memuat data dan pemeringkatan 300 koperasi besar di Indonesia. Total aset koperasi yang masuk dalam buku ini mencapai Rp96,526 triliun atau menyumbang 35,08% terhadap total aset koperasi nasional per 2023 yang sebesar Rp275,084 triliun. Volume usaha tercatat Rp80,845 triliun atau 46,2% dari total volume usaha koperasi nasional sebesar Rp197,934 triliun. Adapun jumlah anggota koperasi yang tercatat sebanyak 9.159.356 orang atau 31,53% dari total anggota koperasi secara nasional.
Peluncuran buku ini bertujuan memetakan perkembangan koperasi besar di seluruh Indonesia serta memberikan apresiasi kepada koperasi yang berhasil berkembang dan berkontribusi signifikan dalam perekonomian nasional.
Penilaian dalam buku ini menggunakan pendekatan kuantitatif berdasarkan Laporan Tahun Buku 2023, legalitas dari Kementerian Koperasi dan UKM, serta hasil audit eksternal dari Kantor Akuntan Publik. Tim penulis juga melakukan pengamatan langsung ke sejumlah koperasi untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi di lapangan.
Selain daftar 100 koperasi besar utama, buku ini juga memuat dua kategori tambahan, yaitu 100 Koperasi Besar Progresif dan 100 Koperasi Besar Potensial yang dinilai memiliki peluang besar untuk masuk jajaran koperasi besar di masa depan.
Pemetaan dilakukan berdasarkan kelompok aset sebagai berikut:
Pemetaan dan Metodologi Ilmiah
Pemimpin Redaksi Majalah Peluang, Irsyad Muchtar, yang juga merupakan penulis buku ini, menyatakan bahwa penerbitan buku 100 KBI bertujuan memetakan perkembangan koperasi di seluruh Indonesia agar publik memahami kontribusi nyata lembaga ekonomi rakyat ini.
“Ini adalah penerbitan kelima sejak 2012. Kami ingin memberikan apresiasi kepada para pengurus koperasi yang telah bekerja keras membesarkan lembaganya hingga masuk kategori koperasi skala besar. Buku ini diharapkan menjadi tonggak sejarah dan motivasi bagi pemerintah, pelaku koperasi, serta media dalam memajukan ekonomi berbasis koperasi,” ujar Irsyad.
Pemetaan dilakukan berdasarkan laporan Tahun Buku 2023 dari masing-masing koperasi, legalitas dari Kementerian Koperasi dan UKM, serta audit eksternal oleh Kantor Akuntan Publik. Pengamatan lapangan dilakukan untuk memastikan kesesuaian data dan kondisi faktual.
100 KBI di Mata Pegiat Koperasi
Acara rutin tiga tahunan Majalah Peluang ini, bagi Ketua Umum Kospin Jasa Andi Aslan Djunaid sangat baik. Koperasi kerap dipandang sebelah mata. Padahal, banyak koperasi besar di Indonesia telah menunjukkan kiprah luar biasa, bahkan hingga level global. Namun, sayangnya, keberhasilan mereka masih minim sorotan media.
“Selama ini koperasi dianggap sebelah mata. Padahal banyak koperasi besar dan bagus, seperti koperasi kopi di Aceh yang sudah ekspor ke Starbucks global. Tapi tidak banyak yang tahu, acara rutin 100 Koperasi Besar Indonesia ini menjadi mercusuar kalau koperasi bisa sukses” ucap Andi.
Menurutnya, publik kerap hanya disuguhi berita negatif soal koperasi bermasalah, sementara kiprah koperasi yang sukses jarang diberitakan. Ia berharap ada kemitraan yang lebih erat antara media dan koperasi agar publik lebih mengenal sisi positif dari gerakan koperasi modern.
Beberapa koperasi yang disebut memiliki kontribusi nyata di antaranya Koperasi BMI di Tangerang, yang telah memberikan lebih dari 500 unit rumah kepada anggota kurang mampu, serta Cospin Jasa yang konsisten meraih penghargaan dalam berbagai ajang koperasi nasional.





