ibnchannel.id – Banyak orang mengambil roti berwarna cokelat di toko dan menganggapnya sebagai pilihan paling bergizi. Mereka melihat warna kulit roti yang gelap dan merasa yakin dengan kata-kata seperti wholegrain atau freshly baked (dipanggang segar).
Chris Young dari Real Bread Campaign mencatat bahwa warna saja tidak selalu mencerminkan isi roti yang sebenarnya.
Beberapa produsen menambahkan bahan yang dikaramelisasi untuk memberikan warna yang lebih gelap, sehingga menciptakan kesan roti gandum yang lebih sehat dari kenyataannya.
Mengenali Tambahan Tersembunyi
Fokus terhadap bagaimana bahan-bahan tertentu memengaruhi kesehatan kita semakin meningkat. Salah satu contohnya adalah emulsifier, yaitu bahan tambahan yang mengubah tekstur roti dan memperpanjang masa simpannya.
Penelitian menunjukkan bahwa zat-zat ini dapat mengganggu mikrobioma usus kita. Kekhawatiran ini menjadi salah satu alasan orang bersedia membayar lebih untuk roti yang tampak lebih sehat dari luar.
“Kata-kata seperti ‘wholegrain’, ‘sourdough’, ‘ancient grains’, dan ‘freshly baked’ tidak menjamin bagaimana, di mana, atau kapan produk itu dibuat, atau dengan bahan apa,” ujar Chris Young, seperti dilansir earth.com, Kamis 5 Juni 2025.
Klaim kosong seperti ini bisa muncul pada kemasan roti gandum.
Jebakan Roti Gandum
Banyak dari kita ingin roti yang benar-benar sehat, namun bisa sulit mengetahui apa isi sebenarnya dari produk tersebut.
“Beberapa produsen menambahkan gula merah atau molase yang dikaramelisasi untuk memperdalam warna roti,” jelas Duane Mellor, ahli diet terdaftar dan dosen senior di Aston Medical School.
Langkah ini bisa menyesatkan, karena orang mungkin mengira warna cokelat itu menandakan manfaat gizi yang nyata.
Gandum utuh memberikan banyak nutrisi, termasuk serat dan vitamin. Untuk pilihan yang lebih sehat, ahli gizi bernama Sammie Gill menyarankan memilih roti dengan jumlah bahan yang lebih sedikit. Ini membantu menghindari bahan tambahan yang membuat roti lebih empuk tapi tidak selalu menyehatkan.
Kebingungan tentang Sourdough
Antusiasme terhadap roti dengan fermentasi lebih lama dan rasa asam meningkat. Sourdough sejati biasanya dibuat dari kultur bakteri hidup dan tanpa ragi roti, yang bisa memperlambat pencernaan karbohidrat dan membantu mengatur kadar gula darah.
“Jika suatu produk disebut sourdough, tapi daftar bahannya menunjukkan penggunaan ragi roti, pengembang kimia, atau aditif, maka itu adalah *sourfaux*,” kata Chris Young.
Produk yang salah label memang ada. Pemeriksaan label secara cepat biasanya cukup untuk mengetahui apakah itu sourdough asli.
Proses fermentasi memakan waktu lebih lama, sehingga sourdough sejati bisa lebih mahal. Beberapa merek mempersingkat waktu dengan menambahkan ragi dan tetap menyebutnya sourdough.
Mengapa Serat dan Fermentasi Penting
Roti dengan kandungan serat yang lebih tinggi membantu memberi makan bakteri baik di usus, yang pada gilirannya mendukung pencernaan, sistem imun, bahkan kesehatan mental.
Roti gandum utuh dan rye secara alami mengandung lebih banyak serat dibandingkan roti putih, sehingga lebih efektif dalam mendukung mikrobioma yang seimbang.
Roti fermentasi seperti sourdough asli bisa memberikan manfaat tambahan. Proses fermentasi yang panjang menghasilkan senyawa yang mendorong terbentuknya asam lemak rantai pendek, yang membantu mengurangi peradangan di usus.
Efek ini paling kuat jika roti dibuat tanpa bahan tambahan dan menggunakan starter sourdough tradisional, bukan jalan pintas.
Memilih Pilihan yang Paling Sehat
Ada banyak jenis roti di pasaran, dari rye yang rustic hingga roti gandum utuh dengan biji-bijian. Roti dengan gandum utuh asli cenderung memiliki kandungan serat, protein, vitamin, dan mineral yang lebih tinggi.
Roti rye disukai karena teksturnya yang padat dan rasa tanahnya. Roti ini juga bisa mengandung serat tinggi, yang membantu pencernaan.
Sebagian besar pakar menyarankan untuk mencampur jenis gandum, karena setiap jenis memberikan nutrisi yang berbeda. Beberapa hari mungkin cocok dengan sourdough, sementara hari lain lebih pas dengan roti gandum utuh biasa.
Bagaimana dengan Roti Bebas Gluten?
Orang yang menghindari gluten sering memilih roti bebas gluten dengan harapan mendapatkan manfaat yang sama seperti roti gandum utuh.
Namun banyak dari produk ini sangat diproses dan mengandung tambahan pati, gum, dan penstabil yang tidak menyediakan profil serat atau nutrisi yang setara.
Meski roti bebas gluten membantu bagi mereka yang menderita penyakit celiac atau intoleransi gluten, bukan berarti selalu lebih sehat secara otomatis.
Roti spesial seperti yang dibuat dari *ancient grains* (biji-bijian kuno) seperti spelt, einkorn, atau teff, bisa menawarkan nilai gizi tambahan.
Biji-bijian ini sering mengandung lebih banyak protein dan mineral dibandingkan gandum biasa, dan bagi sebagian orang lebih mudah dicerna.
Namun, membaca label tetap penting, karena tidak semua roti “ancient grain” mengandung jumlah biji-bijian yang signifikan seperti yang diklaim.
Jumlah irisan roti yang Anda konsumsi juga penting. Dua irisan roti gandum utuh per hari bisa membantu memenuhi sebagian dari tiga porsi gandum utuh harian yang disarankan.
Beberapa orang juga menggantinya dengan sereal gandum utuh, nasi merah, atau popcorn, yang membantu memberi makan berbagai jenis mikroba usus.
Kesimpulannya, warna saja tidak menjamin manfaat kesehatan roti. Sedikit waktu untuk membaca label bisa membantu menentukan apakah roti cokelat itu sehat sungguhan atau hanya roti putih yang menyamar.
Penelitian ini diterbitkan di Future Foods.***





